1 Apr 08

Anak-anak dibawah umur yang terkena asap rokok seperti usia balita sangat mungkin terkena alergi tertentu, demikian sebuah penelitian baru menyimpulkan. Para ahli telah mengetahui bahwa orang yang berdekatan dengan asap rokok tetapi bukan perokok (perokok pasif), baik sebelum kelahiran maupun yang baru dilahirkan dapat  meningkatkan resiko berkembangnya gejala asma. Tetapi bukti-bukti mengenai alergi secara umum telah tercampur aduk.

Dalam studi yang dilakukan para peneliti Swedia menemukan bahwa anak usia 4 tahun yang sudah terkena dampak orang tua perokok, selama masa-masa pertumbuhan awalnya terkena resiko alergi lebih besar terhadap penyebab alergi yang berada dalam rumah seperti tungau yang lembut dan tungau kucing. Mereka juga beresiko lebih besar terhadap alergi makanan.

Ini mungkin perokok pasif memicu peradangan di lapisan saluran pernafasan anak-anak, yang membuat mereka semakin peka terhadap bahan pemicu alergi, demikian menurut kesimpulan para peneliti yang dipimpin Dr. Eva Lannero dari Institut Karolinska  di Stockholm.

Dia dan koleganya melaporkan penemuannya ini di dalam jurnal kesehatan Thorax.

Studinya meliputi lebih dari 4.000 keluarga yang melahirkan bayinya antara tahun 1994 dan 1996. Para orang tua ditanya apakah mereka merokok ketika anak-anaknya berusia 2 bulan, 1 tahun atau 2 tahun. Pada umur 4 tahun, anak-anak itu di test darahnya untuk seputar penyebab alergi pada umumnya, seperti tungau kucing, tungau yang lebih lembut lainnya, dan jamur, juga makanan seperti susu, telur, dan gandum.

Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang sudah terkena asap rokok ketika berusia 2 bulan, 28 % sepertinya mempunyai antibodi terhadap penyebab alergi udara dalam ruangan ataupun makanan penyebab alergi.

Secara khusus, kepastian bahwa mereka telah menjadi peka terhadap tungau kucing adalah dua kali lipat dari mereka yang tidak berada di lingkungan perokok pasif pada usia 2 bulan. Dan mereka hampir 50% sepertinya mempunyai antibodi terhadap makanan penyebab alergi.

Temuan-temuan, menurut tim tersebut, mendukung teori bahwa kerusakan awal pada membran selaput lendir lapisan saluran pernapasan ada kemungkinan membuat anak-anak semakin peka terhadap penyebab alergi.

Penelitian ini juga belum memberikan alasan lain kepada para orang tua agar menjauhkan anak-anaknya dari lingkungan perokok pasif.

from :  http://www.erabaru.or.id/k_03_art_342.html

Footer: dokumentasikanlah hidup Anda selalu.

Category: Kesehatan

Facebook Comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


3 Comments.

  • amry says:

    Pak Samsul arifin
    yang baik,

    Saya ingin pakai foto bapak ini untuk jadi poster apakah boleh namun tdk membuat gambar spt di blog ini dengan kelihatan mukanya tetapi akan kami blurkan…
    terima kasih atas perkenan bapak.

  • admin says:

    kalau boleh tahu, poster apa dulu pak amry?
    jangan-jangan poster dengan tema “selamatkan orang utan di Indonesia”? kan ga lucu? kalau memang tujuannya baik dan tidak ada mudharatnya bagiku, silakan dipakai.
    sukses untuk posternya ya.

  • sudah ada alternatif tes dan terapi alergi dengan metode biofisika yang tidak sakit, tidak disuntik, bebas efek samping, tidak pakai obat / bahan kimia, bisa untuk semua umur dari bayi sampai manula, tidak memerlukan periode bebas alergi dan bebas obat anti alergi. informasi detilnya di http://www.bio-e.net

    bagi kalangan medis, bisa ikut pelatihan cara tes alergi metode biofisika yang kelebihannya sama seperti diatas, bisa memeriksa alergen apapun termasuk obat yang akan diresepkan ke pasien, sehingga mencegah terjadinya tuduhan ‘malpraktek’ mengurangi resiko terjadinya alergi obat pada pasien anda. bagi mereka yang menderita alergi, dan sudah mencoba terapi tetapi belum mendapat manfaat, silahkan mencoba metode ini. dibandingkan dengan terapi konvensional yang ada, metode ini jauh lebih cepat dan lebih ekonomis. saya sekeluarga sudah mendapat manfaat dari metode ini. semoga informasi ini bermanfaat.

    ” admin:
    aku yakin informasi ini bermanfaat kelak mas. terima kasih sudah mau mampir yah.