Sedikit Tentang Ipin Kecil

aku2

Setelah tilawah beberapa lembar dan bingung mau berbuat apa, aku pikir akan lebih bermanfaat kalau aku sedikit âmereviewâ hidupku. Aku merasa memori tentang masa kecilku semakin lama semakin âmenghilangâ dan memudar dari ingatanku. Lari dari diriku, tertumpuk oleh ingatan-ingatan baru yang semakin banyak. Sebelum semuanya hilang, aku ingin menulis apa yang aku ingat tentang masa kecilku. Huh, membayangkan kembali bagaimana ipin kecil tumbuh dan berkembang, adalah saat-saat yang menyenangkan. Aku ingin menyajikannya untuk Anda, dan khususnya pada diriku sendiri. Semoga Anda tidak muak membacanya.

Seingatku, kata ibuku, aku lahir di daerah Cakung, Jakarta Timur. Katanya ketuban/âari-ariâ-ku ini langsung ditanam di dekat kontrakan sederhana yang dihuni ayah-ibuku dahulu, yang sekarang telah rata dengan tanah dan menjadi jalan tol. Kasihan sekali âsaudaraâku itu. Sungguh mengenaskan. âAri-ariâ-ku, temanku saat aku berada di dalam perut ibuku selama 9 bulan, kini telah menjadi bagian dari jalan raya ibu kota yang macet dan panas tersengat matahari.

Bayi ipin tumbuh dengan normal dan mendapatkan kasih sayang yang cukup dari kedua orang tuanya saat itu. Walaupun tubuhnya sangat kecil, tetapi sangat sehat. Saat berumur kira-kira satu tahun, ayahku membawaku dan ibuku kembali ke kampung halaman, yaitu Kebuman. Kami tinggal cukup lama di Kebumen, yaitu sampai aku berumur sekitar 4 tahun, sampai akhirnya ayah membawa kami semua kembali ke Jakarta. Enak juga sepertinya hidup ânomadenâ seperti ini.

Pertama kali, kami tinggal di daerah Sunter, Jakarta Utara. Kami tinggal di sebuah kontrakan sederhana dan cukup besar. Cukup untuk kami bertiga. Alasan ayah memilih lokasi di sini adalah karena dekat dengan tempat ia bekerja, yaitu di dalam kampus IBII (Institut Bisnis Indonesia), sebuah kampus swasta milik mantan menteri keuangan Indonesia, Kwik Kian Gie. Selang beberapa saat adikku yang pertama lahir. Anggota keluargaku bertambah satu. Setelah satu tahun lebih tinggal di sini, kami pindah ke daerah Pulo Nangka, Jakarta Timur. Mencari kehidupan yang sedikit lebih tenang, karena di daerah Sunter tadi, sangatlah âberisikâ dan sangat tidak nyaman. âCrowdedâ pokoknya. Di Pulo Nangka ternyata ini ada Madratsah Ibtidaiyah (MI) Al-Kenaniyah, dan akirnya aku bersekolah di MI tersebut. Perlu Anda ketahui, di Jakarta dulu ada peraturan yang menyatakan bahwa seorang anak baru boleh masuk SD/MI setelah berumur 7 tahun. Ironis sekali. Aku sangat sedih saat tahu bahwa teman-temanku sekarang, masuk SD dulu pada usia 5 tahun. Imbasnya saat ini akulah yang tertua di program studi Matematika angkatan 2004. Yah, mungkin ini sudah takdirku.

Di MI Al-Kenaniyah ini adalah masa-masa keemasanku. Setiap akhir catur wulan, saat pembagian rapor, aku pasti mendapatkan ranking pertama. Alhamdulillah aku dapat membantu kedua orang tuaku dengan tidak pernah meminta dibelikan buku tulis, karena setiap akhir cawu (catur wulan), aku mendapatkan 1 atau 2 pak buku tulis sebagai hadiah. Senang rasanya kalau mengingat masa keemasanku ini. Kalau tidak salah aku sudah dapat membaca Alquran dengan lancar pada saat aku kelas satu akhir. Aku sangat lincah dan cepat dalam berlari. Tidak jarang juga aku berkelahi pada masa ini. Di sekolah ini aku tidak mengalami kesulitan dalam mencari teman, karena teman-temanku cukup banyak di sini. Ipin kecil tumbuh dengan bahagia di sekolah ini. Ia mendapatkan apa yang ia butuhkan saat itu, yaitu kasih sayang yang cukup dari orang tua, teman yang banyak dan baik, tambah lagi prestasi di sekolah yang âabadiâ.

âJodohkuâ dengan MI ini hanya sekitar 4 tahun, karena saat aku menginjak kelas 4 cawu 3, aku dan keluargaku harus pindah lagi ke Kebumen. Aku langsung didaftarkan di SDN 1 Surotrunan dekat rumah. Pertama kali sekolah di SD ini, aku sangat kesulitan dalam pelajaran Bahasa Jawa, karena itu di akhir catur wulan, aku mendapatkan nilai merah pada mata pelajaran ini. Nilai merah ini adalah nilai merah pertama dan terakhir yang aku dapatkan sepanjang hidupku. Tidak akan pernah aku lupakan. Akan aku ceritakan kepada cucu-cucuku kelak.

âMasa keemasanâku akhirnya dapat aku raih kembali di SD ini. Alhamdulillah saat menginjak kelas 5 cawu 3, akhirnya aku berhasil mendapatkan ranking pertama, dan hal ini berlanjut sampat akhir kelas 6. Perlu adaptasi satu tahun ternyata untuk kembali berprestasi di SD ini. Alhamdulillah aku juga tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan teman di SD ini. Teman-teman sepermainanku cukup banyak. Aku juga tidak menemui hambatan yang cukup berarti dalam menguasai bahasa Jawa ângapakâ, karena memang tidaklah sulit untuk dipelajari dan digunakan.

Itulah sekelumit tentang bagaimana ipin kecil tumbuh dan berkembang sebagai bocah laki-laki yang nakal, tetap patuh pada orang tua. âFaseâ kehidupan ini ikut andil dalam pembentukan karakter yang aku miliki saat ini. Bahagia sekali rasanya menjadi anak-anak. Hari demi hari aku lalui dengan tertawa dan perasaan senang. Ah, semoga aku tidak berlebihan dalam menggunakan masa kecilku dulu.

Update tanggal 31 Juli 2009:
Karena di fesbuk ada kawan yang nge-tag aku pada foto “jadul” waktu SMP dulu, maka aku tampilkan saja di sini. Nantikan kisahku waktu SMP juga ya. *kok kaya artis gini ya?*

aku2

Foto tersebut sepertinya saat aku mengikuti study tour dimana salah satun tujuannya adalah ke Sea World, Ancol. Anda pasti dapat menebak dengan mudah di mana aku. Ya benar, aku adalah bocah keempat dari kiri, yang pakai baju putih, dan ada tali tas menempel di tubuh. “Cute” banget kan? Aku juga tidak menyangka kalau ternyata dulu aku itu “cute” dan lucu, hehehe. Yah, masa kecil yang cukup menyenangkan, dan membahagiakan tentu saja.

Footer: dokumentasikanlah hidup Anda selalu.

Facebook Comments:

13 thoughts on “Sedikit Tentang Ipin Kecil

  1. wah, masa kecilmu cukup menyenangkan ya? walaupun berpindah-pindah. rencana mau menetap di mana nih besok?

    ” admin:
    wah iya, enak lo pindah-pindah rumah terus. ada sensasi tersendiri.

  2. woha⦠aku baru tau kehidupan kelammu pin << di gebukin heheheâ¦asik ya nomaden, aku orang kebumen tulen, lahir dan besar jg di kebumen tercinta. ngapak menjadi bagian dari kehidupanku begitu aku mengenal sebuah bahasa, hehe.

    ” admin:
    asem kowe is. aku bahagia banget kuwe pas cilik. dadi kepengin mbalik cilik maning je.

  3. Ada yang bilang Jakarta itu kejam. Menurutmu?

    ” admin:
    aku ga tau sekejam apa jakarta, tapi alhamdulillah ayahku dan adeâku masih âbertahanâ di sana. iis mungkin jauh lebih tahu utk masalah ini. 😉

    1. Setuju banget, wujud gamagnpe siki ukara ngapura wis digantekna nganggo sorry .Nek bocahan pada keri kumpul sing diomongna Sorry, aku telat sing kudune Ngapurane aku keri

  4. Halo de ipin, aku iseng search surotrunan tp nyasar ke sini, aku jg alumni sdn suro 1 th 92. Kamu sekelas ama endra pangsit ya? Tp aku appreciate ama kamu. Ingat de ipin kl sukses bangun desamu.

    ” admin :
    halo juga mba. aku wong surotrunan asli mba. umahku nang ngarep umahe lurah sing saiki. njenengan tiyang pundi? insya Allah mba, akan aku bangun desa surorunan, semampuku. tolong diingatkan ya mba kalau lupa. terima kasih sudah berkunjung kesini ya…

  5. salam….search alumni alkenaniyah, ternyata nyasar kesini tapi tidak terlalu nyasar karena ternyata antum juga alumni alkenaniyah, kalau boleh kenalan dulu, saya winda fevlona, alumni MTS dan MA alkenaniyah serta pesantren, dan alhamdulillah sekarang masih di al kenaniyah tepatnya di pesantrennya sedikit berkhidmah ilmu yang di dapat. oia, sekali-sekali buka blog http://www.alumnialkenaniyah.wordpress.com ya….!!!
    atau http://www.alkenaniyah.wordpress.com/www.pesantrenglobal.org..
    oke!!!!!!salam kenal

    ” admin:
    wa’alaikumsalam. wah, aku yakin ini bukan suatu kebetulan. Anda telah datang ke tempat yang tepat. 😛 wah, dunia ini benar-benar sempit yah? iya mba, aku juga alumni Al Kenaniyah, but that’s just a long time ago. oke mba, segera meluncur. *wusss!!!*

  6. Oncoran bali ngaji ora kelalen wetan kali! Setana Dawa nduwure Sikumbang, kaline blabur aku nyabrang!!

    ” admin:
    deneng njenengan ngerti Sikumbang? njenengan wong surotrunan ya? wetan kali?

  7. Yaaa. Ipin ora dewekan… Wong jenenge urip werna2 yaa? Salam. Ngapak ngapak!

    ” admin:
    salam ngapak! pokoke nek ora ngapak, didupak!!

  8. Yap ora ngapak dupak teleponge gudhel!

    ” admin:
    aja saru lah, kang. isin diwaca wong akeh kiye, gobil.

  9. @ burhame:
    Hehe he he he.. Ngaku Surotrunan pasti tau Sikumbang! Pin maju terus!! Eh! Saiki lurahe dudu Basri?

    ” admin:
    iya kang, aku wong surotrunan temenan. ya ngerti sikumbang ya. iya, aku akan maju terus!! saiki lurahe Pak Anip, ramane Slamet Kepel. 😛

  10. ipin aku kiye ya wong kebumen asli ko aku manggone saiki nang riau tamat sd suratrunan thn 82 umahku nang wetan kali dukuh jaganayan ngerti ora jaganayan.mbiyen jamane inyong lurae dalilan. pira nmr tlpnmu nek nomere inyong 081276516375.dibel ya!

    ” admin:
    wah, aku ya wong kebumen mas, wong surotrunan juga. mambengi kan wis sms’an, disimpen ya nomor hapeku kuwe, penting banget kuwe, hehehe.

  11. kanggo seulur sedulur kabeh wong suratrunan inyong nunggu kiye tanggapane men bisa nyambung tali silaturahnmi wong aku wis suwe ora tau bali apa maning sing tamatan sdn 01 suratrunan tak tungu temenan no hp 087893407916,081276516375.tak tungu kabare.

    ” admin:
    siip kang, keep in touch ya!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *