Rencana Kecil dan Spontanitasku

aku2

Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah, ya Rabb karena Engkau masih memberiku nafas hingga detik ini hingga aku masih tetap dapat menghirup aroma kehidupan di bumi-Mu. Terima kasih juga aku ucapkan atas kepercayaan-Mu menjadikan aku salah satu elemen di bumi ini yang memiliki kontrol penuh atas diriku, karena bisa saja tiba-tiba Engkau memberiku sakit dan membuat salah satu fungsiku tidak berfungsi dengan baik. Sekali lagi terima kasih ya Allah, ya Tuhanku. Ingin rasanya aku berucap syukur selalu untuk-Mu.

Ada baiknya sebelum Anda melanjutkan membaca tulisanku ini, Anda tahu beberapa hal penting yang terjadi seputar Indonesia tahun 2008 kemarin. Oh negeriku, bangkit dan bersatulah.

Selamat Tinggal 2008

TAHUN 2008 bisa digambarkan sebagai tahun penuh kontraksi. Tiba-tiba ada harga yang bergejolak naik, tapi kemudian turun tajam. Sebuah gambaran kondisi yang serbatidak pasti, yang membuat beragam asumsi meleset, termasuk asumsi yang dibuat pemerintah. Di bidang ekonomi, fluktuasi harga minyak mentah dunia amat jelas menggambarkan hal itu. Pada 3 Januari 2008, untuk pertama kalinya harga minyak dunia menembus US$100 per barel. Setelah itu, harga minyak terus melonjak hingga Juli mencapai US$147 per barel. Banyak yang memperkirakan harga minyak akan terus naik dan mustahil turun drastis.

Itu pula yang membuat pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) rata-rata 28% Juni lalu. Alasannya, pemerintah khawatir harga minyak yang tinggi akan membengkakkan subsidi BBM hingga menjadi Rp300 triliun dari pagu subsidi Rp126 triliun. Akan tetapi, tiga bulan kemudian, harga minyak mulai jatuh. Bahkan, pertengahan Desember, sempat menyentuh US$34 per barel, yang merupakan harga terendah dalam empat setengah tahun terakhir. Kesulitan akibat harga minyak yang selangit untuk sementara berhenti. Namun, datanglah badai krisis yang justru lebih dahsyat. Seperti air bah, rontoknya sejumlah lembaga keuangan raksasa Amerika Serikat yang terbelit kredit macet menerjang ke mana-mana termasuk Indonesia. Akibatnya, indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia terhunjam hingga mencapai predikat paling merosot ketiga di dunia. Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga anjlok, dari di kisaran 9.400 menjadi di atas 11.000.

Di bidang politik, wajah bangsa ini pada 2008 masih diwarnai tabiat buruk para wakil rakyat. Mereka masih gemar melancong ke luar negeri dengan dalih studi banding. Dewan juga masih suka merengek minta fasilitas ini dan itu, termasuk perbaikan gedung dan toilet yang memakan dana Rp230 miliar. Akan tetapi, rupa-rupa fasilitas itu belum mampu membuat kinerja mereka menjulang. Mereka malah kian malas bersidang. Sidang paripurna pengesahan rancangan undang-undang dihadiri kurang dari 100 orang, atau tak sampai seperlima anggota dewan. Tidak mengherankan jika banyak undang-undang yang disahkan DPR diprotes masyarakat. Tidak aneh pula jika berdasarkan sejumlah survei, wakil rakyat dan partai politik masih menjadi lembaga yang paling tidak dipercaya oleh rakyat.

Partai politik sebagai penghasil wakil rakyat pun bersikap setali tiga uang. Partai tidak bekerja penuh untuk konstituen. Sejumlah elite partai malah sibuk bertengkar memperebutkan posisi, tanpa berpikir bagaimana kaderisasi partai dijalankan. Namun, masih ada kinerja yang membuahkan harapan. Selama 2008 KPK telah menunjukkan taringnya. KPK berani menghajar korupsi tanpa pandang bulu. Wajar jika masyarakat menilai kinerja KPK melebihi ekspektasi. Belajar dari keberhasilan dan kegagalan pada 2008, bangsa ini menatap 2009. Tahun yang lebih berat, baik secara politik maupun ekonomi. Menghadapi tahun yang lebih berat itu, segenap anak bangsa mesti memberikan kontribusi yang positif. Bukan sebaliknya, justru kian memperkeruh. Sebagai langkah paling strategis, kendati keuangan negara sulit, dua pemilu harus berlangsung sukses.

Selamat tinggal tahun 2008, selamat datang tahun 2009.

sumber : mediaindonesia.com

aku2

Aku akhirnya berhasil melalui tahun 1429 H dengan baik dan masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan tahun 1430 H, walaupun ada juga kekurangan di sana-sini di tahun kemarin. Yah, itulah diriku, yang hanya seorang manusia biasa. Kalau dalam hitungan masehi, aku juga telah memasuki angka tahun 2009, dan tahun 2008 telah aku lewati dengan baik. Aku jadi teringat tulisanku di awal 2008 dulu, karena kebetulan aku ingin mereview âhidupkuâ kemarin, di situ tertulis ada salah seorang sahabat yang mengatakan bahwa sepertinya tahun 2008 akan menjadi tahun yang cukup âsulitâ. Namun kenyataanya tidaklah demikian, karena aku bisa melaluinya dengan semangat dan malah menikmatinya. Ini semua tidak terlepas dari peran orang-orang di sekelilingku yang selalu menularkan semangat mereka.

Ah, di tahun 1430 H atau tahun 2009 ini lagi-lagi aku tidak memiliki resolusi besar yang ingin raih. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, aku hanya hidup dengan spontanitas belaka. Pesan kedua orang tuaku selalu aku ingat hingga saat ini yang berbunyi,

âHiduplah secara sederhana dan hadapilah apa yang ada di depanmu saat iniâ.

Aku hanya ingin melalui hidupku dari rencana kecil satu ke rencana kecil yang lain, yang ternyata setelah terakumulasi, aku telah melakukan banyak hal dan kalau dipikir oleh akal sehatku, maka pasti aku akan berkata, âTidak mungkin aku dapat melakukannya!!â.

Pesan kedua orang tuaku tersebut ternyata telah masuk ke alam bawah sadarku, karena aku pun baru sadar bahwa ternyata aku menjalani hidup dengan penuh spontanitas. Jarang sekali aku memiliki keinginan yang muluk-muluk, dan berambisi untuk menaklukkan dunia ini dengan kedua tanganku, sehingga jika aku menginginkan sesuatu, pasti hatiku akan berkata terlebih dahulu, âAh, kalau memang âdiaâ rezekiku dan jodohku, maka âdiaâ yang akan mendekat padakuâ. Semoga pikiran seperti ini tidaklah salah.

Aku sangat bersyukur memiliki orang tua yang aku miliki saat ini. Doa dan semangat yang mereka berikan tidak henti-hentinya putus, aku tahu itu. Walaupun ibuku âsedikitâ cerewet, yah tapi itulah pribadinya yang membuatku sangat menyayanginya. Bahkan saat aku berada di rumah dan terkesan âsepiâ, aku terkadang usil agar keluar âkecerewetanâ-nya itu. Oh, maafkan aku ya bu. Kalau ayahku, walaupun tidak pernah membelaku saat aku sering berkelahi saat aku kecil dulu, tetapi itu semua tidak membuatku membencinya karena itu adalah pelajaran yang hendak ia berikan padaku, bahwa âTidak ada gunanya kekerasanâ. Dan aku baru sadar akan hal itu baru-baru ini. Oh ayah-ibu, aku sangat mencintai kalian. Terima kasih telah melahirkan aku ke dunia yang fana ini.

Beberapa rencana kecil yang bisa aku lakukan di tahun ini adalah sebagai berikut :
1. Bekerja kalau ada pekerjaan yang layak untukku.
2. Melanjutkan kuliah S2 lagi, karena ini adalah cita-citaku.
3. Menikah? [kayaknya belum terpikir deh].

Ada salah seorang sahabat yang kuliah di Bandung, menantangku dengan smsnya, âAh Pin, masa ora isa menghajikan wong tuane dhewek? Aku tantang kau untuk hal iniâ. Ada-ada saja sahabatku ini. Langsung aku balas smsnya dengan penuh semangat, âAku terima tantanganmu!!â.

Baiklah, mari kita mulai memikirkan rencana-rencana kecil di tahun ini. Janganlah terlalu muluk-muluk kalau bisa, dan tidak berlebihan tentunya. Mari kita saling mendoakan agar kita senantiasa diberi kekuatan dan kemudahan oleh Allah SWT untuk meraih apapun rencana kita tadi. Ya Allah, Engkau maha kuat, tularkanlah sedikit kekuatanmu padaku dan orang-orang di sekelilingku untuk dapat hidup di bumi-Mu yang keras. Jadikan kami manusia-manusia yang baik di dunia ini agar kami layak untuk bertemu dengan-Mu kelak. Bimbinglah selalu umat Nabi Muhammad SAW ini ya Allah, ya Rabb.

Mungkin cukup aku berencana di awal tahun 2009 ini. Apapun yang aku dan Anda rencanakan, semoga itu semua akan penuh barokah dan bermanfaat juga bagi orang lain. Mari kita tetap berbagi pengalaman dan rencana hidup. Apa saja. Nuwun.

Footer: dokumentasikanlah hidup Anda selalu.

Facebook Comments:

6 thoughts on “Rencana Kecil dan Spontanitasku

  1. Betul bung, buat rencana yang sederhana saja tapi bisa dilaksanakan. Kebanyakan orang ingin yang muluk2 agar segera mendapat posisi paling tinggi, tapi ternyata hanya sebatas khayalan yang hanya akan menambah stress.
    Selamat ya sudah pendadaran, semoga ilmunya bermanfaat bagi orang banyak. Amien.

    ” admin :
    iya nih, banyak orang yang salah kaprah. aku juga takut nantinya akan seperti itu mas. semoga Allah selalu melindungiku, Anda dan orang-orang di sekeliling kita.
    Iya mas, terima kasih. Amiin, semoga bermanfaat. Terima kasih juga sudah mampir ke sini ya…

  2. Sesungguhnya kita sudah dilengkapi oleh Allah dengan instrumen survival dan penyesuaian diri yang baik sekali Sahabatku..Tetaplah berhati-hati dan optimis. Motoku adalah “There is nothing easy but there is nothing isn’t may be” 🙂

    ” admin :
    yup, Anda benar sekali mas. setiap orang memiliki semua yang dibutuhkan untuk tetap ‘survive’ dan menyesuaikan diri dengan alam. mari selalu optimis. wah, motonya bagus sekali mas. aku akan mengingatnya.

  3. Selepas kuliah, akan ada banyak tantangan di depanmu yang menuntut kesiapan, kesigapan, dan tanggung jawab yang lebih besar daripada semasa kita masih kuliah. Tetap semangat dan optimis menghadapi hari esok, Pin. Kalo mau bikin rencana besar juga ga ada salahnya kan Pin, asal ga berlebihan dan tidak realistis. Kadang kita tidak tahu seberapa besar potensi yang ada di diri kita sampai kita bertemu dengan hal-hal yang sebelumnya kita anggap hampir tidak mungkin dapat kita lakukan.
    🙂

    ” admin :
    Kamu benar, ren. Akan ada lebih banyak tantangan, dan aku harus belajar banyak darimu ini. Mohon bantuan dan bimbingannya ya. Yup, aku akan tetap semangat dan optimis. Ga bisa ren, udah dari kecil aku kaya gitu, hanya bisa berencana dari yang kecil-kecil dulu kayaknya deh…Aku juga ga mau muluk-muluk dalam merencanakan sesuatu. Semangat aja ah…

  4. apapun yg terjadi, tak ada kamus pesimis. karena itu dilarang agama. tetaplah optimis dengan carut marut ini, karena harapan itu masih ada… met kenal ya… kapan2 mampir

    ” admin :
    yup, Anda benar sekali mas. “Dan janganlah kalian berputus asa…” [maaf, surat dan ayatnya lupa]. so, mari kita tegakkan kepala sambil mengepalkan tangan seraya berkata, “SEMANGAT!!”.

  5. selamat tahun baru pin !! sedikit berbeda dengan ku ya? kl bisa mencapai sesuatu yg besar knp harus yg kecil? bukan berarti muluk2 kl kita bisa mencapainya, jadi kenapa ngga buat dua rencana, besar dan kecil dan alangkah bagusnya kl bisa disinkronisasikan (bener ngga tulisan e?) jadi lebih perfect kan?

    ” admin :
    iya, selamat tahun baru juga, is!! yup, “sedikit” berbeda denganmu. kalau sama kan ga asyik…entahlah, aku juga terkadang bingung, mana sesuatu yang “besar” dan mana sesuatu yang “kecil”. wah, iya ya…benar sekali itu. baiklah akan aku coba….biar sedikit lebih sempurna. udah aku betulkan, tadinya kamu nulis “di sinkronisasikan”, padalah seharusnya “disinkronisasikan”, karena “di” di sini berfungsi sebagai awalan, bukan kata depan. [ga penting banget deh :)]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *