Home Kehidupan Bugil = Artistik?
formats

Bugil = Artistik?

Published on May 28, 2009, by in Kehidupan.

aku2

Dunia ini memang sudah tua sepertinya. Entah sejak kapan tubuh manusia yang bugil dianggap memiliki nilai seni tinggi. Apalagi tubuh bugil perempuan, hemm, akan ada banyak orang mengatakan bahwa tubuh perempuan adalah karya seni. Bagiku semua itu adalah omong kosong. Itu adalah sebuah wacana dari kaum laki-laki yang ingin mendapatkan pengakuan oleh seluruh manusia di dunia, yang membuatnya menjadi sebuah wacana internasional dan bersifat universal. Aku sangat bangga dengan Islam, karena mewajibkan seluruh umatnya untuk “menutup” tubuhnya, walaupun belum semuanya yang “mematuhi” aturan ini.

Coba Anda bayangkan. Apakah “para” hewan atau tumbuhan mengakui bahwa tubuh manusia yang bugil memiliki nilai artistik yang tinggi? Aku rasa tidak, karena hanya manusia yang mengerti semua ini. Menurutku, sebagian besar laki-laki, saat melihat tubuh perempuan yang bugil akan langsung berpikiran sama : SEX. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan sebagian besar perempuan saat melihat tubuh laki-laki yang bugil. Itulah alasan mengapa wacana bahwa tubuh perempuan bugil adalah karya seni tinggi dilegalkan oleh seluruh manusia di bumi ini. Oh, sungguh keterlaluan menurutku.

Bagi Anda yang belum mengerti apa yang aku biacarakan, coba Anda baca ini terlebih dahulu.

Foto Bugil Carla Bruni Akan Kembali Dilelang

Satu lagi foto bugil ibu negara Prancis, Carla Bruni, akan diperjualbelikan. Foto tersebut akan dilelang di Berlin, Jerman pekan depan. Foto karya fotografer AS Pamela Hanson itu dibuat tahun 1994 silam. Saat itu Bruni masih berumur 26 tahun dan sedang berada di puncak karir modelnya. Wanita cantik tersebut kala itu sedang menjalin hubungan dengan Mick Jagger, vokalis Rolling Stones.

Foto bugil istri Presiden Nicolas Sarkozy itu bertitel “Carla Bruni In Bed”. Demikian seperti diberitakan harian Daily Telegraph, Kamis (28/5/2009). Foto tersebut akan dijual oleh Rumah Lelang Villa Grisebach di Berlin dengan harga pembuka sekitar US$ 6.000. Tahun lalu, foto bugil Bruni laku terjual seharga 60 ribu euro. Juru bicara Sarkozy mengatakan, pemimpin Prancis itu tidak keberatan dengan rencana pelelangan foto istrinya.

“Dia telah menjelaskan bahwa dia tak punya masalah dengan ini karena dia tahu bahwa foto-foto istrinya itu bercita rasa. Beberapa mungkin bugil, namun dia wanita cantik yang pernah menjadi model dan cuma pernah berpose untuk foto-foto yang memiliki nilai artistik,” kata juru bicara itu pada situs Le Post. Satu sketsa bugil Bruni juga akan dijual di Paris, Prancis bulan depan sebagai bagian dari acara pameran bertajuk “Pin Up.”

from : detiknews.com

Aku hanya tidak setuju bahwa tubuh manusia yang bugil dianggap sebagai sebuah karya seni, lebih khusus lagi tubuh perempuan. Tubuh perempuan adalah perhiasan dan sudah sepantasnya untuk “ditutup” dan dilindungi. Seharusnya bagi para laki-laki yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan perempuan yang terlanjur menjadi “objek” atau korban wacana tadi, maksudku suami, kakak, atau bahkan sang ayah, berusaha melindunginya dari sifat dan tatapan “liar” laki-laki lain yang bukan kerabatnya. Bukan malah mendukungnya dan memberikan support yang berlebihan, karena mudharatnya akan jauh lebih besar daripada manfaatnya. Ah sudahlah, aku bahkan tidak tahu apakah para perempuan juga setuju dengan pendapatku ini.

Bagaimana menurut Anda? Apakah masih berpikir bahwa tubuh wanita adalah sesuatu yang bernilai artistik tinggi? Aku harap tidak.

Footer: dokumentasikanlah hidup Anda selalu.

Facebook Comments:

17 Responses

  1. Jujur, memang mungkin nafsu birahi prialah yang mendasari adanya “cita rasa” di dalam foto tanpa busana seorang wanita. Tapi nggak hanya foto, coba lihat di iklan-iklan, sepertinya memang semua memakai atribut perempuan sebagai pemikat.

    Saya setuju kalau Islam mewajibkan seluruh umatnya untuk “menutup” tubuhnya. Tapi kalau kewajiban itu serta-merta menghapus nilai budaya bangsa kita seperti pakaian Kebaya dan Konde yang dikenakan wanita….hmmm….tunggu dulu! Terus terang untuk saat ini saya akan melawan hal-hal yang seperti itu.

    ” admin :
    pernyataanmu yang terdapat pada paragraf pertama aku setuju, wis. itu juga yang ingin aku sampaikan juga dalam tulisan di atas sebenarnya. Islam ga melarang perempuan pakai kebaya kok, wis. :D
    eh, aku mau lihat, kelak istrimu berjilbab ga yah? :mrgreen:

  2. No komen… Terserah kaum wanita aja..

    ” admin :
    sebenarnya ini juga urusan kaum pria juga kan mas? ini tanggung jawab kita bersama kan?

  3. tapi kowe seneng ndelenge kan pin…?

    ” admin :
    iya lumayan juga sih jul, eh tapi bukan itu intinya jul!!


  4. admin : sebenarnya ini juga urusan kaum pria juga kan mas?
    ini tanggung jawab kita bersama kan?

    Betul mas.. tapi percuma kaum pria berkoar kalo kaum wanitanya anteng2 aja. Memang sih ini tanggung jawab kita, tapi saya blom mampu menanggung untuk menjawab perbuatan/pilihan semua wanita, mulai dari keluarga aja :p

    ” admin :
    iya juga sih ya, sebanarnya aku juga merasa bahwa kaum perempuannya ga terlalu peduli ya? dibiarkan begitu aja saat ada salah satu dari kaum mereka yang memperjualbelikan kemolekan tubuhnya, hanya untuk uang dan popularitas. benar sekali mas, mulai dari keluarga dulu, yang dekat-dekat dulu. :D

  5. kalo pake Konde?

    ” admin :
    Duh, I have no idea, wis. Pantas po, perempuan berjilbab pakai konde? ga matching kan? Ada solusi untuk masalah inikah? :D

  6. mau ga mau yg pake konde berarti ga bisa pake jilbab kan? Terus gimana? ha?

    ” admin :
    no comment deh.

  7. kalau kita menyimak justru Islam itu begitu menghargai dan menjaga kesucian wanita tapi sayangnya oleh sebagian kelompok diputar balikkan kalau Islam adalah pengekang wanita…..
    Sekarang aja kalau kita jujur lebih menghargai mana wanita berjilbab atau wanita berbaju terbuka….jelas kita akan mengharga yang pertama. jadi kalau bugil dikatakan seni itu adalah bohong toh seni itu tidak harus selalu bugil kan?

    ” admin :
    njenengan benar sekali mas, tetapi sepertinya banyak juga perempuan yang merasa bahwa dirinya dikekang oleh “peraturan” yang ada dalam agama Islam, iya ga sih? :D
    sepertinya tidak perlu ada tambahan. :D

  8. art = seni, yang bersifat rasa memang ndak bisa dihakimi mas, karena rasa satu orang dan lainnya ndak sama. untuk itu saya rasa juga ndak fair kalo soal rasa ini jadi ukuran, apalagi jadi dasar hukum penghalalan. ingat bahwa kebebasan seseorang (yang notabene didasarkan rasa) dibatasi oleh kebebasan orang lain yang mempunyai rasa berbeda. pada saat rasa yang berbeda berbenturan perlu regulasi untuk mengaturnya, salah satunya regulasi agama.

    ” admin :
    jadi, njenengan setuju bahwa bugil = artistik, ya mas? kalau aku sih ga setuju. :D

  9. bener juga yg dikatakan mas Stein…mungkin di dunia ini ada keindahan yg bersifat universal, dimana semua orang semua setuju bahwa sesuatu itu memang indah..misalnya: bunga,dll.
    tapi ada beberapa hal yg keindahannya itu bernilai seni, belum tentu bisa dipahami semua orang..misalnya saja lukisan abstrak, beberapa orang bisa saja menghargainya dengan nominal uang yg sangat besar, padahal bagi saya itu hanya “seperti” coretan2 anak kecil saja..tapi pada kenyataanya saya sadar, mungkin bukan lukisannya yg salah, tapi saya nya saja yg belum bisa mengerti keindahannya.
    nah, sekarang gimana jika keindahan artistik itu bertentangan dengan suatu norma yg berlaku di masyarakat..contohnya ya seperti yg diomongkan wisna itu tadi…ya kalo sudah gini gimana?? menurutku kesepakatan masyarakatnya saja sih..dan sejauh yg aku tahu (tolong dibenarkan jika saya salah), Indonesia bukanlah negara yg berasaskan agama, jadi pantaskah kita menghakimi orang lain di Indonesia dengan melandaskan pada hukum agama tertentu???

    ” admin :
    pendapatmu ada benarnya juga win. mungkin kesepakatan yang kau maksud tadi sudah tertuang dalam UU tentang Pornografi dan Pornoaksi yang disahkan beberapa waktu yang lalu. sebenarnya aku hanya ga setuju bahwa bugil adalah karya seni win, dan seperti kata omiyan bahwa seni ga harus bugil kan? jangan2 kau setuju bahwa bugil = artistik? :D
    oh iya win, agak OOT nih, tolong yang konsisten ya, gunakan kata “saya” atau “aku” saja dari awal sampai akhir argumen, agar seragam. :D

  10. Seharusnya kamu tahu seperti apa budaya Eropa, agar kamu punya sudut pandang yang berimbang. Di Eropa ketelanjangan/nudis bukan hal yang tabu/terlarang dan ketelanjangan BERBEDA dengan pornoaksi, malah di Spanyol para Nudist dijamin oleh undang. Saya ngomong gini bukan berarti mendukung ketelanjangan tapi cuman ingin mengatakan lain kebun, lain belalang..

    ” admin :
    iya kau benar bang. semoga budaya ini ga masuk ke Indonesia, karena sama sekali ga sesuai dengan kebudayaan negara kita kan?

  11. @winky
    yah gpp dunk pin…namanya juga gaya bahasa… :D yang penting kan kata-kata dan perbuatan konsisten..daripada tulisannya konsisten tapi nantinya dalam perbuatan tidak konsisten.. :P

    ” admin :
    hemm, ya ya ya…no comment deh. :D

  12. Sebagai perempuan, saya akan bilang bahwa tubuh bugil laki-laki itu seni. Tidak cuma tubuh perempuan telanjang yang seni. Seni itu sangat subyektif; kalo penontonnya punya selera seni, dia akan anggap bugil itu keindahan yang menginspirasi manusia untuk jadi orang yang lebih baik. Tapi kalau penontonnya sudah bermental mesum dari sononya, tidak ada pikiran lain dalam otaknya selain urusan porno melulu.

    Kakak saya berjilbab, tapi ketika menikah dia tetap pakai konde. Jaman sekarang banyak perias pengantin muslimah yang menyediakan kain penutup kepala yang teksturnya mirip rambut palsu dan dibentuk mirip konde. Itu solusi yang sudah dilakukan untuk para perempuan yang ingin menutup aurat tapi tetap melestarikan budaya etnisnya.

    ” admin :
    wah, masa sih? berarti kalau aku bugil itu ada nilai artistiknya juga yah? :D
    iya mba, kau benar bahwa seni itu subjektif, dan relatif juga sepertinya. soalnya aku ga berpendapat bahwa tubuh bugilku adalah seni. :D

    wah, keren. aku malah baru tahu kalau perempuan berjilbab bisa juga pakai konde. syukurlah, sepertinya pertanyaan wisna di atas terjawab sudah. terima kasih banyak atas solusinya ya mba. :D

  13. Eka Situmorang-Sir

    setiap org mempunyai tolak ukur yang berbeda dlm melihat satu karya seni. Tergantung pakem nilai yg dipakai, latar belakang lingkungan dan pendidikan. Bugil itu seni atau tidak? Saya kembalikan kepada masing2 individu utk memaknainya. semua bebas berpendapat, tak bisa dipaksakan krn parameter yg digunakan setiap manusia bisa saja tak sama.

    Salam, EKA

    ” admin :
    hemmm, memang benar mungkin ya bahwa seni ini bersifat subjektif dan relatif. namun yang pasti, aku ga setuju bahwa bugil adalah seni. :D

  14. sepertinya komen saya masuk moderasi, mungkin lebih enak lagi kalo saya bisa subscribe thread ini lewat email. :)

    ” admin :
    komen yang mana, mas? semua komen di sini emang harus “waiting moderation” kok. duh, caranya gimana mas, subscribe thread lewat email? aku gaptek banget nih? :D

  15. entah moderated atau masuk spam ya.. :)
    intinya, kacamata seni dan agama pasti berbeda. hanya bisa saling menghargai [tapi di komen itu agak panjang sih..]. :D

    nemu contoh ini, misalnya, jika saya menilai halaman web dari kacamata (aliran) aksesibilitas: saya tidak setuju dengan pemakaian elemen (x)html seperti marquee (teks bergerak itu), blink (teks berkedip itu), animasi flash yang tidak bisa distop (ketiganya bisa memicu bangkitan epilepsi), auto refresh shout box tanpa bisa dikontrol, snap preview yang mengganggu, dll.

    tapi kita juga mesti menghargai jika pengelola situs menganggap itu seni dan indah. :)

    alhasil, saya sebagai pengguna fakir bandwidth, akan memilih disable images dan javascript. :D

    untuk subscribe email itu, bisa pake plugin reply2mail (kalo ngga salah) atau subscribe-to-comments. bisa install langsung dari dasbor admin untuk wp 2.7+.

    ” admin :
    hemm, kalaupun dianggap spam kan harusnya bisa aku lihat juga mas, tapi comment njenengan benar2 ga ada soale. :D
    iya mas, aku semakin mengerti bahwa perbedaan itu harus benar2 dihargai. wah, contoh yang konkret itu, benar juga mas pendapatmu. duh, malas ah mas kalau harus instal2 plugin lagi, punyaku juga cuma dikasih 50mb aja mas, jadi harus hati2 kalaupun cuma menambah file/plugin beberapa kb. :mrgreen:

  16. I found your blog on google and read a few of your other posts. I just added you to my Google News Reader. Keep up the good work. Look forward to reading more from you in the future.

    ” admin:
    thank you, my new friend. always keep in touch, ok! :D

  17. zompreth

    keindahan ad anugrah tidak terkecuali tentang keindahan lekuk tubuh mc sebagai obyek seni yg menginspirasi setiap perubahan, yang memicu andrenalin tuk berpikir, sehingga t ada kelirux bila stiap bagian tubuh mc baik laki atau prempuan adalah sumber seni tiada tara tuk sebuah perubahan, bahkan oleh seorang pemimpin sekaliber bung karno, tuanku paduka yang mulia, panglima tertinggi, pemimpin besar revolusi menghargai seni dgn mengagumi keindahan aura stiap prempuan, sbagai seni tuk inspirasi revolusi. qy

    ” admin:
    ehmm, aku hanya ga setuju bahwa tubuh perempuan itu karya seni, dan kemudian dihalalkan untuk diumbar auratnya hanya untuk dibuat lukisan atau patung. sangat keterlaluan menurutku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>