Beruntung dan Tidak Beruntung

aku2

Sekitar pukul 00.00 tadi aku terbangun. Aku tidak tahu mengapa. Kalau tidak salah menduga, aku dibangunkan oleh dua malaikat yang menjagaku, untuk segera menjalankan kewajibanku shalat Isya mala mini. Aku merasa seperti ini, tentang hidupku, satu sisi diriku, selalu seperti ini kalau aku tidak sengaja tertidur karena lelah setiap malam. Terima kasih ya Allah, ya Rabb, untuk selalu menjagaku menjadi orang-orang yang senantiasa berbakti kepada-Mu. Aku merasa beruntung dalam hal ini.

Setelah shalat Isya, aku lanjutkan dengan shalat tahajjud dan memohon kepada Tuhanku,

Ya Allah, ampuninilah segala dosaku dan dosa kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.

Yah, doa âstandarâ yang selalu diucapkan setiap orang untuk kedua orang tuanya. Ternyata, setelah melakukan âritualâ ini pun, hatiku tak kunjung tenang. Aku pikir bisa kembali terlelap memejamkan mata, tetapi tidak demikian. Pikiranku sedikit kacau dan berkecamuk akibat beberapa hal yang aku alami hari ini. Tidak terlalu istimewa memang, tetapi cukup mengganggu tidurku malam ini dan membuatku sedikit merasa tidak beruntung karena telah mengalami beberapa hal tersebut.

Aku pun menyalakan komputerku dan mencoba melihat apa yang dilakukan kawan-kawanku di dunia maya. Aku cek accountku facebook dan melihat beberapa status yang mereka pasang. Sungguh aku terkejut, karena aku merasa tidak sendirian malam ini. Banyak sekali yang memasang status yang isinya adalah kesulitan mereka untuk memejamkan mata di malam ini. Dengan sedikit usil, aku mencoba memberikan komentarku pada mereka. Kali ini aku menganggap bahwa aku dan mereka sedikit tidak beruntung karena mata yang tetap terjaga di saat semua orang lain lelap tertidur.

aku2

Tidak puas sampai di sini, aku mencoba keluar kamarku dan jalan-jalan keluar, mencari sesuatu yang mungkin bisa membuatku sedikit lebih tenang. Aku berjalan menyusuri lorong-lorong kecil yang diapit oleh rumah-rumah di sekitar kosku. Kalau Anda tidak setuju dengan istilah âlorongâ, aku izinkan Anda untuk menggunakan kata âgangâ sebagai penggantinya. Dengan pikiran kosong dan tak tentu arah, aku berjalan terus, terus berjalan dan mencoba sedikit berkomunikasi dengan diri sendiri sambil bertanya, âApa yang sedang aku cari sebenarnya di luar rumah yang dingin malam-malam seperti ini?. Karena lelah, aku putuskan untuk singgah di sebuah warung burjo, dan aku sedikit tertegun karena ternyata ada dua orang yang juga tidak bisa tidur karena kulihat nasi goreng dan sebungkus rokok di depan mereka. Aku merasa tidak sedikit tidak beruntung karena merasa sendirian di tempat itu, dan merasa bahwa kedua orang itu menganggap aku tidak ada sama sekali.

Mereka sedang asyik bercerita tentang sesuatu yang tidak aku mengerti, karena mungkin kami berada di âdimensiâ yang berbeda malam ini. Mencoba untuk tidak bertingkah aneh dan bertindak selayaknya manusia normal, aku memesan nasi goreng dan coffeemix panas. Aku tidak ada pilihan lain sepertinya. Dalam keadaan yang tidak terlalu lapar, dan bingung ingin makan apa, aku hanya memesan sekenanya saja dan mengikuti naluri kecilku, juga karena melirik nasi goreng dan coffeemix yang disantap orang di sebelahku. Dengan rasa malam aku memasukkan nasi goreng yang terlanjur dimasak tadi ke mulutku sedikit demi sedikit. Lagi-lagi aku merasa tidak beruntung karena memaksakan makanan itu masuk ke perutku padahal aku sama sekali tidaklah lapar, sungguh tersiksa.

Di depanku ada layar televisi yang sedang menayangkan serial kungfu China. Setelah bertanya kepada pemilik warung, aku mengetahu bahwa film kungfu itu berjudul âPendekar Awan dan Anginâ, serial kungfu yang cukup usang dan diputar kembali di salah satu teve swasta itu. Dengan sedikit antusias aku menonton film itu. Hatiku kecewa saat pukul 03.00 film itu harus berakhir karena memang katanya film itu ditanyangkan setiap malam mulai pukul 02.00 sampai pukul 03.00. Kecewa berat aku dibuatnya, karena harus menonton drama yang tidak tahu asal mulanya dan harus menanggung rasa penasaran karena tidak tahu juga bagaimana berakhirnya. Seperti halnya beberapa hal yang aku baca di internet dan aku tonton di teve : kasus Ambalat, kasus Manohara, dan kasusnya Ibu Prita. Yah, anggap saja aku tidak beruntung karena harus mengetahui ketiga hal tersebut.

Karena kecewa tadi, aku putuskan untuk segera kembali ke kamar kosku dan mencoba menuliskan apa yang aku rasakan ini. Setelah aku pikirkan cukup lama, aku merasa semua ini berawal dari kejadian pagi tadi : ujian pendadaran skripsi Yudha. Ia adalah salah satu elemen Mathâ04 di kampusku. Aku merasa aneh saat kembali menginjakkan kaki di ruang sidang itu, tempat dimana aku âdidadarâ dulu, pada hari Rabu [31 Desember 2009], saat aku diuji tentang sejauh mana aku mengerti skripsiku . Aku juga merasa sedikit canggung melangkah di kampus MIPA pagi itu padahal belum ada satu bulan sepertinya aku juga menyempatkan diri untuk menengok kembali mantan kampusku itu. Walaupun berjalan dengan tidak terlalu baik, tetapi ia dapat mengakhirinya dengan indah. Aku hanya menganggap bahwa Yudha tidak beruntung saja pagi itu.

Kata âberuntungâ dan âtidak beruntungâ yang aku sebut berulang-ulang ini sebenarnya aku dapatkan dari ucapan Pak Budi saat âmendadarâ Yudha tadi, âYa, Anda tidak beruntung saja, karena semua dosen penguji di sini lengkap, ada yang dari matematika terapan, matematika analisis, dan juga matematika aljabarâ. Kalimat itu terlontar saat melihat Yudha yang sedikit panik karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari Pak Atok dengan sempurna. Di dalam ruangan itu, dosen-dosen yang ikut âmeramaikanâ jalannya ujian pendadaran Yudha adalah Ibu Solikhatun, Pak Ari, Ibu Salmah, Pak Atok, dan Pak Budi. Kalau aku mereview, jika Ibu Solikhatun dan Ibu Salmah diganti dengan Ibu Indah dan Pak Topo, maka susunan tersebut menjadi susunan dosen yang berada di ruang sidang saat ujian pendadaran skripsiku lima bulan yang lalu. Aku merasa sebenarnya kalimat itu dikeluarkan Pak Budi hanya untuk menghibur Yudha karena ruangan begitu tenang bak kuburan saat Yudha berpikir keras dalam menjawab pertanyaan Pak Atok. Yah, begitulah Pak Budi, berusaha mencairkan suasana saat keadaan mulai tidak bersahabat. Namun, aku hanya merasa tidak beruntung saja dengan âkonsepâ beruntung dan tidak beruntung yang beliau lontarkan itu.

Dalam hal skripsi ini, aku merasa jauh lebih beruntung dari si Yudha ini, karena aku berhasil menyelesaikan skripsiku tepat waktu menurutku. Sedangkan Yudha? Ia baru bisa menyelesaikan tugas akhirnya ini setelah bimbingan selama hampir dua tahun. Entah apa yang membedakan di antara kami berdua, tetapi yang pasti aku sangat bersyukur karena keberuntunganku ini. Aku kembali memutar otakku, dengan sedikit mereview ke belakang. Aku merasa bahwa skripsiku tidak akan bisa selesai tanpa campur tangan Nanang, Wisna, Joko, Winky, Rully, dan masih banyak lagi elemen Mathâ04 yang lain. Aku merasa sangat beruntung bisa berada di tengah-tengah mereka. Walaupun aku sering merasa jenuh, depresi berlebihan, dan sering pula berkeluh kesah kepada mereka, tetapi mereka tidak bosan untuk selalu memberiku semangat dan kata-kata pembakar adrenalin. Aku juga sebenarnya tahu bahwa itu hanyalah formalitas belaka karena persahabatan kami selama ini, tetapi sungguh, aku bisa menjadikan ini semua sebagai penyemangatku, yang membuatku semakin dewasa dan bijak dari hari ke hari sepertinya. Aku mendapatkan kembali rasa optimisku kembali saat berada di tengah-tengah mereka, bersama tingkah polah bodoh mereka tentu saja. Sungguh, aku merasa begitu beruntung untuk ini. Thanks a lot, guys.

Nah, apakah Yudha tidak mendapatkan keberuntungan seperti aku? Maksudku dalam urusan skripsi ini. Atau apakah ia mendapatkan beberuntungan dari sisi yang lain? Atau bahkan apakah memang ini takdir? Entahlah aku tidak tahu pasti. Ah, sudah shubuh ternyata, saatnya shalat. Maafkan aku jika Anda terpaksa harus membaca semuanya sampai di sini. Anggap saja Anda tidak beruntung. Itu saja cukup. Untuk itu, aku ingin mengakhiri tulisan ini dengan berdoa,

Ya Allah, ya Rabb, jadikan aku orang yang selalu beruntung, dan ajarkan aku untuk menjadi orang yang selalu beruntung.

Baiklah, mari kita senantiasa berbagi pengalaman dan cerita, mengenai beruntung dan tidak beruntung. Apa saja. Nuwun.

Oh iya, Anda kenal grup band metal Bullet For My Valentine (BFMV) kan? Beberapa minggu ini hari-harikuku ditemani oleh lagu ini. Jadi mungkin tidak berlebihan kalau aku sajikan salah satu lirik lagunya di sini yang berjudul Hearts Burst Into Fire, dimana banyak orang mengatakan bahwa lirik lagu ini begitu menyentuh. Selamat menikmati.

Hearts Burst Into Fire

I’m coming home
I’ve been gone for far too long
Do you remember me at all?
I’m leaving
Have I fucked things up again?
I’m dreaming
Too much time without you spent

It hurts
Wounds so sore
Now I’m torn, now I’m torn
I’ve been far away
When I see your face my heart’s burst into fire
Hearts burst into fire

You’re not alone
But I know I’m far from home
Do you remember me at all?
I’m leaving
Do you wait for me again?
I’m screaming
No more days without you spent

It hurts
Wounds so sore
Now I’m torn, now I’m torn
I’ve been far away
When I see your face my heart’s burst into fire
Hearts burst into fire

My bed’s so cold, so lonely
No arms, just sheets to hold me
Has this world stopped turning?
Are we forever to be apart?
Forever to be apart

It hurts
Wounds so sore
Now I’m torn, now I’m torn
I’ve been far away
When I see your face my heart’s burst into fire
Hearts burst into fire

(I’m coming home)
I’ve been gone for far too long
(I’m coming home)
Do you remember me at all?

Do you remember me at all?

I’m leaving
I’m screaming
I’m dreaming
When hearts burst into fire

Footer: dokumentasikanlah hidup Anda selalu.

Facebook Comments:

5 thoughts on “Beruntung dan Tidak Beruntung

  1. Malam ini tidak bangun shalat malam, padahal dah nyetel beker. Yud, pendadaran juga dirimu, he3.

    ” admin :
    lha terus, jam bekernya kamu apakan, wis? :mrgreen:
    semoga skripsi bukan lagi penghalang bagi Yudha untuk sukses ya. amiin. 😀

  2. manusia itu makhluk yang beruntung, karena diberi kebebasan untuk menentukan nasibnya sendiri, tentu dengan tetap dibatasi koridor yang bernama takdir. nek menurut saya, dalam setiap usaha itu selalu ada faktor x, orang pinter kadang gagal, orang bodoh ndak pinter kadang berhasil, apa itu yang disebut beruntung atau ndak beruntung? mungkin, tapi saya sendiri lebih cocok kalo itu disebut koridor nasib, itulah takdir.

    ” admin :
    waduh, kalau orang2 yang ga beruntung seperti orang yang kena PHK, mengalami kecelakaan, atau sedang mengurus perceraiannya itu gmn? apakah cukup kalau kita mengatakan bahwa nasibnya sedang tidak baik? :mrgreen:

  3. keberuntungan sama dengan, persiapan dikali kesempatan…
    persiapan adalah tugas kita sebagai manusia, dan kesempatan adalah urusan Tuhan..itu kata2nya Nanang.. 😀

    ” admin :
    iya win, kau benar, kalau persamaan matematisnya memang seperti itu. eh tapi win, kalau persiapan dan kesempatannya sama2 negatif hasil kalinya positif dong, dengan kata lain keberuntungannya sedang bagus kan? harus ada syarat tambahan nih kayaknya. 😀

  4. Maaf mas.. tulisannya kepanjangan, saya jadi males bacanya.
    BTW jalan malem2 antara jam 12-3 malam/pagi itu namanya puasa mlaku kalo di ajaran jejawen loh mas. Fungsinya ya.. itu: merenung, introspeksi diri.
    Di agama Islam juga ada, namanya Tahajud.. Jalan2 rohani.. n karena saya gak baca secara lengkap tulisan mas **Cape :p** saya gak tau, malam itu mas shalat tahajud atau gak..

    ” admin :
    yah, njenengan ga suka yang panjang2 yah? :mrgreen:
    oh, itu ada istilahnya juga to? aku malah baru tahu. tuh kan, ga dibaca lengkap sih, aku kan keluar kamar karena belum merasa tenang setelah mengambil air wudhu dan shalat mas… 😀

  5. hhhh…. tambah aneh aja temen gw yang satu ini,,, lu masih suka ngerasa kurang beruntung?? Ketik : REG Mujur, kirim ke no nanag 🙂
    He3,,sama kayak kata mas stein diatas, manusia tuh semuanya gak ada yang gak beruntung pin… semua tergantung cara pandang kita aja melihat kondisi kita saat ini. Kalo lu bilang lu gak bisa tidur tuh gak beruntung, lu harusnya liat orang2 yang kerja beneran dari malem buat nyambung hidupnya.. So, besok2 ubah aja kata2 “tidak beruntung” nya dengan kata – kata “beruntung” juga.
    Contohnya pas lu bilang GAK BERUNTUNG makan yang dipaksakan malem2, tapi lu bisa ganti jadi aq benar – benar BERUNTUNG masih bisa makan di dini hari sementara banyak orang lain tidur dalam kondisi kelaparan. Banyak koq kata – kata diatas yang bisa kita ubah persepsinya.. tapi bagus juga buat orang seaneh diri lu… ha3…

    ” admin :
    iya gun, aku hanya mencoba mengungkapkan isi hatiku saat itu aja. yup, kau benar, gun. semuanya tergantung darimana kita memandang, iya kan? 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *