Aku Ingin [Terus] Bahagia

aku2

“Aku Ingin Bahagia”

Itu adalah sebuah kalimat yang terus mengiang-ngiang dalam kepalaku beberapa minggu terakhir ini. Kalimat itu aku dapatkan dari salah seorang sahabat yang mengajarkan banyak hal padaku. Saat pertama kali mendengarnya dulu, aku cukup tercengang, seperti saat detektif Conan mendapatkan petunjuk kunci dalam menangani sebuah kasus pembunuhan, begitulah aku saat itu. Aku merasa bahwa prinsip hidup yang aku pegang saat itu runtuh seketika: menjadikan yang pertama sebagai yang terakhir. Ibu, maafkan aku, aku tidak bisa menirumu, karena aku juga ingin bahagia sepertimu, hanya ingin bahagia dalam hidup ini, sepertimu.

“Setiap laki-laki itu ingin menjadi yang pertama, tetapi setiap perempuan itu ingin menjadi yang terakhir”

Itu juga kalimat spontan yang keluar dari gtalk-nya saat itu. Aku tidak tahu apakah pernyataan tersebut berlaku secara universal atau tidak, yang pasti aku sangat setuju dengan kalimat itu. Namun kalau boleh mengatakan bahwa tidak benar bahwa hanya perempuan yang menginginkan untuk menjadi yang terakhir bagi pasangannya, karena sepertinya sebagian besar laki-laki pun ingin menjadi yang terakhir untuk perempuan yang dicintainya. Mungkin, hanya orang-orang yang cukup beruntung di dunia ini, yang bisa menjadikan cinta pertamanya sebagai yang terakhir baginya dalam hidup ini. Dan aku sangat yakin bahwa ibuku adalah salah satu dari orang-orang yang beruntung itu.

Saat ini, sepertinya aku tidak perlu khawatir dengan kisah cinta pertamaku yang belum jelas ujungnya, karena lebih baik aku mengukir kisah baru yang sudah cukup jelas “ending”nya, insya Allah, yaitu kebahagiaan. Yah, hidup bahagia, setidaknya itu yang bisa aku simpulkan sampai saat ini, sampai saat aku menuliskan semua ini. Mungkin Anda akan semakin mengerti setelah membaca salah satu sms yang hampir setiap hari masuk ke hapeku beberapa hari terakhir ini,

Ipin, aku mencintaimu, sangat mencintaimu.

aku2

Aku sangat yakin bahwa sms yang terdiri dari lima kata itu ditulis secara sadar dan aku bisa membayangkan dirinya saat mengatakan kalimat “baik” itu. Mungkin Anda akan menganggap semua ini berlebihan, tetapi tidak mengapa menurutku, karena ini memang yang terjadi pada diriku saat ini, dan tulisan ini hanyalah sebagai pengingat bahwa aku pernah mengalami semua ini, sebagai usaha mendokumentasikan hidupku hingga detik ini. Anda juga boleh tidak percaya karena semua orang pun bisa menuliskan hal-hal semacam ini. Kini, aku tidak perlu menangis lagi karena bingung dengan perasaan yang dulu sering “menyerang”ku secara tiba-tiba dan membuat hatiku berkecamuk. Aku juga tidak perlu lagi melakukan perjalanan mencari “cinta” seperti yang aku lakukan beberapa waktu silam, karena aku sudah merasa menemukan “cinta”.

Memang, aku dulu cukup keterlaluan dengan terlalu percaya diri melakukan perjalanan dua hari, tiga hari dan bahkan sampai empat hari hanya untuk mencari “cinta”. Namun kini, tidak perlu lagi, karena sejatinya “cinta” yang sesungguhnya akan datang dengan sendirinya, tanpa harus dicari terlebih dahulu sepertinya. Saat ini aku berpikir bahwa saat masing-masing dari kita dirasa “mampu”, maka Allah akan mengirimkan “cinta” untuk dimiliki, dibina, dan dicintai tentu saja. Hanya saja seringkali masing-masing dari kita tidak tahu bahwa sebenarnya diri ini belum mampu untuk diberi “cinta” oleh-Nya. Yah, aku yakin itu.

Aku yakin hidupku untuk dua tahun ke depan akan sangat menyenangkan, karena menyadari bahwa ada seorang perempuan di luar sana yang mencintaiku dan menungguku menyelesaikan studiku untuk akhirnya memutuskan untuk meninggalkan masa lajang kami berdua. Dan semoga untuk tahun-tahun berikutnya, hidupku akan terus menyenangkan. Yah, aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamanya, bersama orang yang mencintaiku, dan berhasil membuatku mencintainya, sangat mencintainya. Hidup seperti itu aku rasa cukup bagiku. Dan aku yakin semua ini sudah digariskan oleh Allah untukku, menjadi bagian dari takdirku, agar aku bisa menjalaninya dan mengambil hikmah di dalamnya. Karena sampai saat ini aku yakin, tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan, semuanya terjadi dan berjalan menuruti suratan takdir yang sudah dituliskan sebelumnya oleh-Nya.

aku2

Ya Allah, aku ingin bahagia, selalu bahagia, ingin selalu seperti ini, selalu mendapatkan kebahagiaan dari-Mu. Terima kasih ya Allah, karena masih bersedia memberikan kebahagiaan untukku. Aku tahu bahwa aku masih harus banyak belajar dalam hal ini, tetapi aku yakin bahwa aku bisa belajar dengan cepat untuk keadaan ini. Ehmm, mungkin cukup celotehku pagi ini, yang pasti dari pagi ini adalah aku merasa bahagia, sangat bahagia. Ingin rasanya selalu seperti ini, merasakan kebahagiaan.

Mungkin hari ini cukup untuk cerita kebahagiaanku kali ini. Ingin rasanya mendokumentasikan perasaanku di sini, meneruskan semua catatan kebahagiaanku di sini selain cerita-ceritaku yang terkesan menyedihkan di tahun-tahun sebelumnya. Sebenarnya, kata “cinta” yang aku tulis di sini belum aku mengerti definisinya dengan baik, tetapi aku yakin ke depannya aku akan mengerti arti cinta sesungguhnya. Baiklah, mari kita berbagi cerita kebahagiaan. Apa saja. Nuwun.

Footer: dokumentasikanlah hidup Anda selalu.

Facebook Comments:

10 thoughts on “Aku Ingin [Terus] Bahagia

  1. hiks.. speechless baca tulisanmu pin, cm bs nangis tersedu.. jd inget kata2 seseorg ttg bukan qta yg memilih siapa org yg akan qta cintai, tp cintalah yg memilihnya..cinta adalah mengagumi dgn hati & mengagumi adalah mencintai dgn pikiran..

    ” admin:
    duh, njenengan pernah mengalami hal yang sama denganku ya mba? waahhhh, selamat mba, kita senasib. aku suka definisi cinta yang kau berikan, tetapi belum yakin apakah akan bisa berlaku secata universila atau ga nanti.

  2. ya ampun pin….aq sepakat sekali dengan ceritamu ini.

    ” admin:
    iya mas, terima kasih, bahkan sebagian besar orang di dunia ini juga akan sepakat dengan ceritaku ini, hehehe.

  3. Hari ini atau lusa aku akan berubah….mungkin engkau sedang mengujiku, tapi disini aq hanya berperan sebagai manusia yang lemah. Ya ALLAH Ya tuhanku,,kuatkan dan jagalah hati dan iman ku..sehingga aq dapat menghabiskan waktu hidpku tuk selalu taat dan patuh terhadap segala perintahmu….amienn.

    “admin:
    semangat mas… 😀

  4. Hidup seperti ini aku rasa cukup bagiku. Dan aku yakin semua ini sudah digariskan oleh Allah untukku, menjadi bagian dari takdirku, agar aku bisa menjalaninya dan mengambil hikmah di dalamnya. Karena sampai saat ini aku yakin, tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan, semuanya terjadi dan berjalan menuruti suratan takdir yang sudah dituliskan sebelumnya oleh-Nya.

    “admin:
    loh kok? 😀

  5. apakah seseorang masih dapat berkata seperti itu,ketika ia sedang dan terus mengalami pengalman2 buruk dalam hidupnya.dan apakah itu semua dapat merubahnya ??????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *