Jadikan Ibumu Sebagai Sahabatmu

aku2

Pernahkah Anda merasa muak dengan beberapa orang yang ada di sekitar Anda? Atau merasa bahwa sahabat Anda menjadi sosok yang paling menyebalkan sedunia? Saat ini aku merasakannya kembali. Entah apa yang terjadi padaku saat ini. Aku hanya ingin mendokumentasikan apa yang aku rasakan saat ini. Aku tahu persis bahwa perasaan ini adalah perasaan yang bersifat negative dan aku cukup yakin bahwa ada sesuatu yang salah pada diriku ini. Namun aku tidak tahu harus merubahnya darimana. Bahkan aku sendiri bingung apa yang harus aku ubah sebenarnya.

Agar Anda sedikit mengerti apa yang aku rasakan saat ini, mungkin ada baiknya aku beri gambaran sosok yang menjengkelkan dan menyebalkan di mataku saat ini.

Sosok pertama, orang yang “sok” tahu akan tabiat Anda. Sosok ini tampak begitu menyebalkan setelah mungkin dengan penuh percaya dirinya, ia mengaku bahwa telah mengenal Anda dengan baik, dan dengan kesombongannya ia melakukan klaim sepihak bahwa Anda adalah orang dengan sifat atau tabiat buruk tertentu. Sosok ini sukses menjadi sosok yang paling menyebalkan di mataku, setelah ia, dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain, dengan lisan maupun tulisan, berusaha mempertahankan apa yang ada dalam kepalanya tersebut dan mengajak orang lain untuk mengikuti jejak pikirannya dan kesimpulan sederhananya tersebut. Sosok ini tidak pernah benar-benar mendengarkan Anda berbicara. Yang ia lakukan adalah mendengarkan Anda sejenak dan kemudian mengeluarkan argument hanya untuk mematahkan argument atau pendapat Anda. Saat ini sosok ini menjadi orang yang paling ingin aku pukul dengan teknik “upper cut” sehingga kemungkinan terburuk yang akan terjadi padanya adalah cacat fisik seumur hidup. Aku rasa ia pantas mendapatkannya. Selain itu aku juga ingin menginjak-injak wajahnya yang mesum itu dengan sepatuku yang mirip sepatu “pentofel” itu.

Sosok kedua, orang yang suka mengatur Anda, hanya karena ia tidak suka dengan kebiasaan Anda yang dianggapnya buruk. Sosok ini menjadi cukup menjengkelkan saat ia tidak tahu bagaimana caranya berkomunikasi efektif dengan Anda. Yang terjadi justru terkesan pemaksaan kehendak yang bersifat sepihak darinya kepada Anda. Apalagi setelah cukup memahami bahwa ia tidak lebih baik dari Anda, mungkin akan ada perasaan dalam diri Anda yang mengatakan bahwa hidup Anda sedang diatur oleh anak kecil yang merasa dewasa. Sosok ini sukses menduduki peringkat dua tingkat menyebalkannya setelah ia, dengan kemampuan menulisnya dan sifatnya yang puitis, berusaha memberitahu pada dunia bahwa dirinya adalah orang yang hebat dan mengajak orang-orang yang membaca tulisannya menuju sebuah kesimpulan sederhana bahwa dirinya adalah orang yang sangat baik hati. Namun di mata Anda yang nampak adalah sosok manusia yang hanya berusaha mendapatkan simpati orang lain dan terkesan sekali di mata Anda bahwa sosok ini adalah seorang “penjilat” sejati. Yang ingin aku lakukan saat ini terhadap sosok ini tidak jauh beda dengan sosok sebelumnya. Entah kenapa aku merasa sosok kedua ini juga pantas mendapatkannya.

Dua sosok di atas yang cukup mengganggu pikiranku beberapa hari ini. Aku merasa sangat lega setelah berhasil menggambarkan kedua sosok yang menyebalkan di mataku tersebut saat ini. Percayalah bahwa aku sepertinya tidak akan pernah mampu melakukannya di dunia nyata, karena mungkin inilah aku, yang hanya bisa menuliskan “uneg-uneg” pikiran lewat tulisan seperti ini.

Terlepas dari kedua sosok di atas, sebenarnya aku ingin bertanya pada Anda saat ini, apakah Anda pernah merasa benar-benar memiliki sahabat? Maksudku sahabat di sini adalah orang di luar keluarga Anda, yang cukup dekat dengan Anda, dan mau mengerti Anda, bagaimanapun Anda. Kalau di matanya dirasa Anda melakukan kesalahan, Anda akan segera diingatkan, dengan cara yang baik dan santun tentu saja, dan Anda dengan senang hati dan ikhlas merenungkan pendapatnya tersebut, pendapat bahwa Anda telah atau sedang melakukan kesalahan. Kalau boleh menjawabnya, aku sama sekali tidak memilikinya. Aku tidak memiliki sahabat sama sekali, kalau pengertian sahabat adalah seperti di atas tadi.

Kalau kesimpulan Anda adalah jawaban TIDAK ADA, maka aku ingin mengajak Anda untuk menjadikan seseorang sebagai sahabat Anda. Orang itu adalah ibu Anda, seorang perempuan yang sangat dekat dengan Anda, yang telah melahirkan Anda ke dunia dengan taruhan nyawanya. Aku pernah berpidato dengan tema ini saat aku duduk di kelas dua SMA dulu. Di hadapan seluruh teman-temanku saat itu, aku dengan cukup percaya diri mengajak mereka untuk menjadikan ibu mereka sebagai sahabat mereka yang paling dekat, dan bukan orang lain. Jadikan ibumu sebagai sahabatmu.

aku2

Alhamdulillah sampai saat ini aku mampu melakukannya, setidaknya itu yang aku rasakan. Aku masih merasa bahwa ibuku adalah orang yang paling dekat denganku, dan aku berharap ini terjadi sampai kapanpun. Aku bisa bercerita apa saja kalau sudah bercengkerama dengan ibuku, bahkan sampai urusan seks pun tidak luput dari obrolan kami saat ini, karena aku merasa bahwa ibuku adalah tempat bertanya yang paling tepat untuk ini. Ya Allah ya Rabb, lindungilah selalu ibuku, biarkan ia bahagia selalu.

Mungkin cukup celotehku malam ini. Lama rasanya aku tidak mendokumentasikan hidupku. Aku menjadi lalai dengan kesibukanku yang tidak berarti akhir-akhir ini. Mari senantiasa berbagi cerita dan pengalaman. Apa saja. Nuwun.

Footer: dokumentasikanlah hidup Anda selalu.

Facebook Comments:

13 thoughts on “Jadikan Ibumu Sebagai Sahabatmu

  1. Sabar ya, ipin…
    Tetaplah berpikir positif dalam menghadapi berbagai persoalan.
    Yup, ibu adalah sahabat setia kita, sampai kapanpun.

    ” admin:
    iya ren, terima kasih banyak ya.

  2. Beuh! Tulisan ini mewakili perasaanku banget..
    Aku lagi ada dekat dengan orang yang kira2 punya sifat yang kedua itu, Kang… Dan.. aku jadi kangen ibuku.. Sangat!

    ” admin:
    kita harus bisa lebih sabar mas. mereka datang bukan untuk kita benci, tetapi untuk kita syukuri, karena mereka datang untuk membuat emosi kita lebih baik dan lebih stabil. semoga seperti itu.

  3. Semoga saya jadi yang pertama πŸ˜€

    Saran saya, coba kita sering-sering instropeksi diri dari kenyataan yang kita perbuat.

    Eh, Ibu saya juga marahin saya lho kalau saya berbuat salah. Pernah kita marahan seminggu lebih dan setelah saya renungi baru ketahuan kalau saya ini sebenernya yang salah.

    “admin:
    kau benar juga, wisna. πŸ˜›

  4. mau teman2 lg amat sangat seru, mau teman2 lg jd org2 paling nyebelin ataupun bahkan teman2 sdg males menampakkan batang hidungnya, mamaku selalu jadi sahabatku nomer 1 dimana pun & kapan pun.. ^^

    “admin:

    menurutku, keluarga itu nomor satu, mba. bukan yang lain!

  5. Seharusnya kau merasa beruntung dan bersyukur Pin, ada orang yang mau mengoreksimu…
    Kau sendiri pernah berkata “Aku akan terus berkata dan berkata, selesaikan skripsimu Bud? sampai kamu selesai, Meski kamu akan dendam dan benci kepadaku Bud, itu demi kebaikanmu”. Mungkin kebetulan dua sosok orang yang kau benci skr hanya mengikuti apa yang pernah kau lakukan kepadaku Pin. Menyebalkan ya, tetapi begitulah kadang seorang sahabat mengingatkan sahabatnya. Ia langsung “to the point” karena ia langsung melihat,bersinggungan berinteraksi dengan dirimu setiap hari. Kata AA Gym, kalau minta masukan mintalah masukan dari orang-orang yang bersinggungan dengan dirimu setiap hari karena mereka melihat dirimu yang apa adanya setiap hari. Jangan meminta penilaian orang luar yang tak pernah atau jarang bersinggungan dengan dirimu. Mereka hanya akan memberikan pujian kepadamu, yang akan membuatmu terlena dan menjadikanmu tak mau mengoreksi diri.

    ” admin:
    kau benar, bud. πŸ˜€

  6. dari dulu saya emang dekat dengan ibu saya dan sampai sekarang, ya kedekatan seorang anak dengan ibunya itu penting terutama dalam mencari Ridha Tuhan.

    ” admin:
    aku setuju denganmu, Om.

  7. jadi pengen ikutan komen [lol]
    satu pertanyaan setelah baca artikel “jadikan ibumu sebagai sahabatmu” nah kalo yg ngga punya ibu? πŸ˜› simple kan? hahahahaha…
    *kabur sebelum di jitak [lol][lol]

    “admin:
    kan bisa anggota keluarga yang lain, is. konkretnya, dalam hal ini mungkin kau jadikan kakakmu sebagai sahabatmu, bukan orang lain.

  8. aku paling suka kata2 ini..
    “mereka datang bukan untuk kita benci, tetapi untuk kita syukuri, karena mereka datang untuk membuat emosi kita lebih baik dan lebih stabil”
    semoga setelah ini kita bisa lebih baik lagi…
    tetep semangat yak..

    “admin:
    ayuk, semangat bareng…

  9. All greetings! The people, someone put in their advertising Yandex or any Nito Begun? Please tell us about your experience. Only huge, please do not lie about the statistics to a more / less. Just now got a choice – either chop the dough in the affiliate program, but sinking your site or let them live longer, but by Yandex (less money, but sleep calmly). How much money a day out at approximately 1000 visitors? I currently poseschalka about 2k – Login or register such a pity to lose. All thanks in advance
    ———————————————————————
    addicting gamesnew games , games download games

    “admin:
    thank you. πŸ˜›

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *