“Apa Kata Dunia”, Katanya

aku2

Alhamdulillah, aku masih bisa diberi kenikmatan berupa nafas, sehingga aku bisa menghirup udara di bumi-Mu ini ya Allah, ya Rabb. Ingin rasanya bersyukur setiap hari seperti ini, tetapi sepertinya kesibukanku yang sungguh tiada berarti membuatku lupa bahwa aku hanyalah makhluk-Mu yang lemah, yang masih sangat membutuhkan-Mu setiap waktu, yang masih membutuhkan perlindungam-Mu dimanapun aku berada. Sekali lagi, terima kasih ya Allah, Rabb semesta alam.

Kali ini aku cukup kebingungan untuk menuliskan hidupku. Aku merasa hidupku “hambar” beberapa minggu ini. Namun tetap ingin aku dokumentasikan, tetap ingin aku tuliskan, seingatku tentu saja. Aku tidak boleh lupa bahwa tulisan ini adalah untuk anak-cucuku kelak, dan juga keturunan-keturunan mereka. Aku ingin mereka semua tahu bahwa aku pernah hidup, bahwa aku pernah bernapas di dunia ini, bahwa aku pernah menjadi mewarnai kehidupan ini, karena aku yakin bahwa makamku tidak akan abadi kelak, suatu saat akan rusak dan “punah” seiring berjalannya waktu.

aku2

Saat aku menuliskan ini, aku berada di SIC (Student Internet Centre) fakultas MIPA UGM. Di tengah-tengah kesibukanku mencari tanda tangan dosen pengampuku untuk mengisi kartu rencana studiku semester ini, aku mencuri sedikit waktu untuk menuliskan semua ini. Beliau tidak bisa dihubungi dari tadi. Si Reno pun cukup gelisah dengan keadaan ini, berbeda dengan si Zenith yang sudah mendapatkan tanda tangan beliau beberapa hari yang lalu. “Hunting” tanda tangan untuk KRSan seperti ini sepertinya sudah menjadi tradisi tiap semesternya, sejak dulu waktu aku S1 dulu. Namun kali ini jauh lebih baik, karena ada hape yang bisa dipakai untuk browsing di internet untuk sekedar membaca berita atau membuka faceebook. Menunggu bukan menjadi masalah besar lagi sepertinya.

aku2

Oh iya, Anda pernah merasakan ini? Mengendarai sepeda motor atau kendaraan lain dengan perasaan bersalah, karena belum membayar pajak? Kali ini aku merasakannya. Aku melihat orang yang sedang mengacung-acungkan telunjuk kanannya kepada seraya berkata,

aku2

“Ipin, kau belum membayar pajak? Apa kata duniaaaa!!!”

Yah begitulah, tiap kali mengendarai si ngatini, muncul sosok perempuan gemuk itu, persis seperti yang ada di iklan pajak di teve itu. Aku merasa tujuan iklan itu berhasil, setidaknya untukku. Anda tahu? Aku telat membayar pajak si ngatini hampir tujuh bulan. Seharusnya aku membayar bulan Juli 2009 kemarin tetapi baru bisa aku bayarkan bulan Februari 2010 ini. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi waktu tahu bahwa sudah saatnya si ngatini ganti STNK dan plat nomor polisi itu. Setahuku, kalau sudah saatnya ganti plat nomor polisi, maka si sepeda motor atau kendaraan lain harus dibawa ke Samsat di kabupaten asal untuk melakukan “cek fisik”. Yah, begitulah istilahnya. Membongkar mesin dan mencatat nomor mesin kendaraan bermotor Anda adalah maksud dari “cek fisik” tadi.

Kebingunganku ternyata memakan waktu tujuh bulan lamanya. Sampai hari Senin kemarin, baru aku tahu bahwa di negeri ini hampir semua hal bisa “diakali”, dengan membayar lebih tentu saja. Singkat kata, Senin kemarin itu aku sudah menunaikan kewajibanku sebagai wajib pajak. Si ngatini sudah aku bayarkan pajaknya, dan aku berharap uang pajak yang aku bayarkan tersebut dapat berguna bagi pembangunan di negeriku ini.

Kalau Anda ingin tahu detil pajak si ngatini (tahun 1975), berikut adalah perinciannya:
1. Pajak = Rp 239.000,00
2. Cek Fisik = Rp 30.000,00
3. Pendaftaran = Rp 10.000,00
4. Leyes = Rp 6.000,00
5. Administrasi = Rp 10.000,00
Total = Rp 295.000,00

Pajak itu terhitung dua tahun, berlaku sampai dengan 22 Juli 2010. Semoga aku tidak terlambat membayar pajak si ngatini lagi kelak. Saat ini aku merasa lega, karena sosok pria gendut yang galak itu telah hilang, berganti menjadi sosok seorang perempuan cantik yang mengacungkan jempol kepadaku seraya berkata,

“Ipin, kau sudah membayar pajak ya? Kau hebat!! ð “

Mungkin cukup celotehku pagi ini. Mari kita saling mengingatkan untuk selalu membayar pajak, dan jangan lupa, awasi penggunaannya. Baiklah, mari kita senantiasa tetap berbagi cerita dan pengalaman. Apa saja. Nuwun.

Oh iya, sudahkah Anda membayar kewajiban pajak Anda? ð

Footer: dokumentasikanlah hidup Anda selalu.

Facebook Comments:

9 thoughts on ““Apa Kata Dunia”, Katanya

  1. Telat banget bayarnya jyan… Apakah Ipin anak yang malas?
    He, anggal 22 Juli 2010 jatuh temponya? Berarti bentar lagi, duong.
    Jangan telat lagi yaw… p^_^q

    “admin:
    aku mau bayar bulan juni 2011 aja ah. 😀

  2. Lots of various persons understand the basic keys of persuasive term paper creating, nevertheless that does not mean they can accomplish premium qulity essays, however a custom writing service could aid to create the term paper format of high quality and improve writing ability of some students.

    “admin:
    thank you, sir. 😛

  3. maap OOT, saya kemaren cetingan sama si El-Qoyim, ternyata beliau kenal dengan sampeyan, wijna juga. katanya, “angkatannya si ipin memang pada pinter nulis.” 😆

    “admin:
    iya ga apa2 mas. wah itu id’nya mas Danangkah? kok kalian saling kenal? dunia ini ga terlalu luas ternyata.
    wah mas, angkatanku itu kompleks banget, ga hanya pinter nulis, hehehe.

Leave a Reply to fairuzdarin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *